Blog ini saya buat untuk mengumpulkan semua buah pemikiran saya yang berhubungan dengan MOTIVASI karena saya berpendapat bahwa hanya kita sendiri saja yang bisa memotivasi diri kita dan para "motivator" seperti saya hanya bisa membuka pintu ke hati kita masing-masing dan mendorong kita untuk bergerak.
Renungan Harian

Sang Pendekar Cinta
Hari
1
Anda tidak perlu menunggu sampai anda meninggal untuk mengalami surga. Anda bisa menciptakan surga anda sendiri di bumi ini.
Surga dan neraka bukan hanya nama-nama rekaan para rohaniwan atau spiritualis untuk menggambarkan suatu kondisi atau tempat di kehidupan akhirat. Ke dua istilah ini juga diigunakan untuk menggambarkan situasi, kondisi atau tempat di bumi ini yang membuat kita manusia sangat senang atau sangat sedih atau sangat takut. Pulau Bali sebagai suatu destinasi pariwisata dunia sering di beri julukan surga dunia oleh khususnya wisatawan mancanegara.
Untuk menikmati kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan yang sangat kita sukai secara fisik maupun secara spiritual di bumi ini kita tidak perlu menunggu penilaian seorang hakim atau menunggu diberikan sebagaai hadiah oleh seorang dermawan. Kita bisa menciptakannya sendiri. Bagaimana? Dengan melakukan hal-hal yang sering disampaikan dalam kitab-kitab suci semua agama besar. Berbuat baik kepada sesama dan makhluk-makhluk lain. Ada prinsip-prinsip hidup yang kita semua tahu harus kita lakukan pada sesama. Misalnya, membantu anak-anak yatim piatu, membantu fakir miskin, membantu para jompo, membantu janda-janda tua yang tidak dapat hidup dengan kekuatan mereka sendiri, membantu mereka yang sakit, cacat fisik dan mental, tidak menganiaya-menzalimi-mencederai orang lain secara fisik, kejiwaan, ekonomi atau sosial. Menghormati orang tua, membela orang untuk mendapatkan keadilan, adalah prinsip-prinsip hidup lainnya. Intinya, menjalankan perintah-perintah Sang Maha Pencipta dan menjauhi larangan-larangan NYA.
Niat, ucapan dan perbuatan haruslah sinkron dalam menjalani hidup ini bila kita ingin merasakan surga di bumi ini. Karena dengan merasakan surga di bumi kita mengintip kenikmatan yang lebih, yang tak terlukiskan dengan kata-kata, surga yang sebenarnya – di akhirat. Memang tidak semudah apa yang tertulis disini karena masih banyak hal yang harus kita lakukan untuk meraih surga bumi apalagi surga sejati di akhirat tetapi ini dapat dijadikan sebagai awal.
Hari 2
Memberi dengan ikhlas sesuatu yang sangat bernilai bagi anda kepada mereka yang membutuhkan akan membawa berkah dan rezeki yang tak terhitung.
Manusia cenderung untuk membandingkan kondisinya dengan kondisi orang lain. Inilah yang membuat orang iri dan dengki terhadap orang lain. Seharusnya ia membandingkan kondisi saat ini dengan kondisi sebelumnya. Apakah ada kemajuan atau tidak dibandingkan sebelumnya. Lihat ke atas boleh tapi perhatikan yang dibawah. Ada banyak yang berada di bawah kita baik itu dari segi usia, pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi dan sosial, kesehatan, dan lain-lain.
Salah satu prinsip utama kehidupan adalah memberi secara ikhlas. Rata-rata manusia berpikir bahwa memberi atau beramal haruslah dengan uang atau benda, materi. Kekeliruan berpikir seperti inilah yang memicu manusia menjadi iri, dengki dan selalu menyalahkan orang lain bila ia tidak memiliki materi. Seolah-olah tanpa materi kita tidak biisa beramal, tidak bisa memberi. Ingat bahwa bila kita memperhatikan yang dibawah kita, maka kita berada di atas dalam hal-hal tertentu. Artinya ada yang kita miliki yang tidak dimiliki orang lain selain materi. Memberi waktu kita untuk menemani yang menderita di rumah sakit, memberi senyuman pada seseorang yang tidak kita kenal, mendengar dengan senang keluhan atau curhat orang, mengajarkan suatu ilmu (member pengetahuan), membimbing seorang jompo menyebrang jalanan yang ramai dengan lalulintas kendaraan, hanyalah beberapa hal yang dapat kita lakukan (berikan).
Namun memberi harus dengan ikhlas. Nilai suatu pemberian akan sangat tinggi bila dilakukan dengan ikhlas. Bagi seorang kaya raya yang mendermakan satu juta rupiah belum tentu dilakukan dengan ikhlas bila ia dapat memberikan lebih tetapi bagi seorang miskin yang membutuhkan lima ribu rupiah untuk makan tetapi memberikannya kepada yang lebih membutuhkan walaupun dengan memberi ia tidak makan atau makan seadanya dengan sisa uang yang ia miliki memiliki nilai lebih tinggi karena keikhlasannya. Ikhlas berarti mementingkan orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri. Ikhlas tidak membutuhkan pujian orang lain, penghargaan orang lain, apalagi peliputan media. Karena ikhlas berarti kita mementingkan sesama umat manusia tanpa pembatas apapun. Berkah dan rezeki pasti menjadi milik mereka yang ikhlas.
Hari 3
Anda adalah seseorang yang memiliki bakat dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan-kekuatan anda. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya.
Yakinilah bahwa anda telah diciptakan dengan segudang potensi dan bakat yang tidak dimiliki makhluk lain di bumi ini. Pertama adalah akal. Akal memberi anda kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang buruk. Yang benar dari yang salah. Anda diberikan kemampuan untuk memilih. Akal memberi anda kemampuan untuk menganalisa. Hebatnya lagi Sang Maha Pencipta member anda sebagai manusia sebuah hati yang bersifat ilahiah. Dalam bahasa Inggris hati diberi nama Heart yang dalam bahasa Indonesia juga dapat diartikan jantung. Dan kita tahu betapa pentingnya jantung sebagai suatu organ tubuh. Begitu pentingnya jantung sehingga Sang Maha Pencipta menciptakan tulang rusuk yang kuat untuk melindunginya. Betapa pentingnya Hati juga terlihat dari bagaimana manusia menilai suatu tindakan manusia berdasarkan apakah berdasarkan hatinya atau tidak. Bentuk hati yang ghaib dan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan manusia hanya Sang Maha Pencipta tahu. Yang kita ketahui adalah bahwa semuanya diciptakan berpasang-paasangan. Dan pasangan hati adalah akal. Penggunaan akal tanpa hati maupun sebaliknya akan menjerumuskan manusia ke dalam jurang menuju neraka jahanam. Kebenaran sejati hanya dapat ditemukan manusia bila menggunakan akal dan hati bersamaan.
Mendampingi Akal dan Hati adalah berbagai potensi dan bakat yang bila dikembangkan dengan baik akan membuat perjalanan manusia di bumi ini lebih ringan. Yang menjadi masalah adalah kita manusia sebagian besar tidak mengenali potensi dan bakat kita sendiri. Kita harus berupaya mengenali dulu potensi dan bakat kita baru kita dapat mengembangkannya. Dalam bidang psikologi, iilmu kejiwaan, ada yang disebut aptitude test atau test untuk melihat kecenderungan bakat kita. Sebenarnya pada masa kita masih bayi sampai balita orangtua sudah dapat melihat potensi dan bakat itu namun seringkali orangtua memaksa kita untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Akibatnya potensi-bakat kita tertekan makin dalam sehingga kita tidak mengenalinya lagi. Tetapi kita belum terlambat. Tanyalah pada diri sendiri : Apa yang saya suka lakukan? Berdasarkan jawaban yang kita peroleh kita kemudian dapat memperdalam ilmunya dan meningkatkan ketrampilan kita. Jangan biarkan orang lain mengatakan pada anda bahwa apa yang anda suka lakukan tidak baik atau bahwa anda tidak punya bakat dalam bidang yang anda suka lakukan. Yang menjalani hidup anda adalah anda. Ikuti Kata Hati anda.
Hari 4
Puasa adalah pembersihan. Puasa adalah pembersihan fisik, emosional, mental dan spiritual dari racun yang merusak kesehatan fisik, emosional, mental dan spiritual.
Puasa makan dan minum selama 14 sampai 16 jam dalam Agama Islam adalah sebuah kegiatan fisik dan spiritual yang wajib. Yang jarang diketahui bahwa dalam dunia kedokteran puasa (fasting) adalah sesuatu tindakan yang juga dikenal untuk membuang racun dari tubuh (detoksifikasi) dan dapat memperbaiki kesehatan tubuh.
Hebatnya puasa sudah menjadi suatu tindakan dari saat manusia diciptakan dan setiap budaya punya tradisi puasa. Mengapa demikian? Karena puasa diciptakan untuk membuat manusia untuk mengingat kembali tanggung jawab pribadi dan sosialnya.
Kebutuhan akan sandang, pangan, papan telah kita anggap sebagai suatu keharusan untuk dipenuhi. Bumi diciptakan untuk kebutuhan manusia dan semua diciptakan cukup untuk kebutuhan manusia saat itu, saat sekarang dan di masa depan. Namun keserakahan manusia telah membuatnya hidup berlebihan. Makan berlebihan, minum berlebihan, membangun dan membeli tempat tinggal secara berlebihan. Sadar atau tidak keserakahan inilah yang mengakibatkan munculnya begitu banyak penyakit yang merusak jiwa maupun fisiknya. Manusia makin cerdas sehingga dapat menciptakan teknologi yang manusia zaman batu tak kan pernah bisa bayangkan. Akan tetapi apakah kecerdasan ini membuat hidup manusia lebih sejahtera, damai, tenang, bahagia? Tidak. Makin cerdas, makin kerdil jiwanya sampai sampai yang ia mengorbankan sesamnya hanya karena keinginannya melebihi apa yang ia butuhkan. Manusia lupa bahwa ia tidak hidup sendiri. Bahwa apa yang bisa ia dapatkan adalah hasil karya dan karsa orang lain. Manusia lupa bahwa fitrahnya adalah berbagi, baik kenikmatan maupun penderitaan.
Untungnya, telah diciptakan obat untuk penyakit ini. PUASA. Puasa jangan hanya dipahami puasa makan, minum, dan tindakan-tindakan manusia lainnya tetapi juga puasa dari keinginan yang berlebihan. Puasa adalah suatu niat, suatu tindakan, suatu sebab yang berakibat kembalinya kesehatan dalam hidup kita. Bila kita sebagai manusia, makhluk paling agung yang Allah ciptakan, ingin hidup dengan lebih baik secara perorangan sekaligus sebagai anggota masyarakat, maka puasa adalah salah satu cara terbaik. Puasa harus secara rutin kita lakukan. Bukan hanya sebulan dalam 12 bulan tetapi setiap hari. Berpuasalah dari hal-hal yang telah kita lakukan secara berlebihan. Banyak diantara kebiasaan-kebiasaan kita berlebihan. Hari ini kita berpuasa makan, esok kita berpuasa minum, hari berikutnya kita berpuasa dari amarah dan emosi-emosi negative lainnya, dan seterusnya.
Niatkan setiap hari kita berpuasa dari salah satu kebiasaan kita yang berlebihan. Kesehatan adalah sebuah totalitas. Raih itu kembali dengan berpuasa.
Hari 5
Uang dapat membeli segala sesuatu materi yang anda inginkan tetapi uang tidak akan pernah bisa membeli kedamaian batin dan kebahagiaan.
Dalam perkembangan peradaban, manusia telah menciptakan suatu sistem transaksi yang mengangkat kesejahteraannya namun juga keserakahannya. Uang. Dari sistem barter (komoditi ditukar dengan komoditi) sampai sistem transaksi pengganti komoditi yakni uang, manusia mempermudah hubungan transaksionalnya. Celakanya, uang yang seharusnya hanyalah sebuah medium telah menjelma menjadi komoditi yang dikejar-kejar sampai uang itu merusak tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik dan bahkan kehidupan spiritualnya. Secara fisik uang itu bisa mengambil berbagai bentuk dan dibuat dari kertas atau logam. Uang itu menjadi alat tukar yang sah. Secara de facto uang yang dipegang orang praktis tidak memiliki nilai tetapi uang itu di “back-up” atau dijamin dengan emas yang dimiliki pengelola keuangan masyarakat atau pemerintah.
Jadi, uang itu menjadi sinonim dengan komoditi yang dahulu kalanya dibarter. Karena tidak mungkin di dunia moderen ini komoditi (sayur, daging, dll) dibawa ke pasar oleh sang pembeli untuk ditukar dengan komoditi lain, maka hanya si penjual saja yang membawa komoditinya ke pasar dan si pembeli menukarkannya dengan lembaran uang atau uang logam. Manusia memang membutuhkan banyak barang-barang pokok seperti sembako plus sandang dan papan namun karena banyak diantara manusia menginginkan lebih maka permintaan untuk barang-barang (komoditi) yang menurutnya bisa membuat hidupnya lebih nyaman menjadi meningkat. Karena itulah sebagian manusia mulai mengumpulkan sebanyak-banyak uang dengan bertransaksi sedemikian rupa hingga ia bisa untung. Bila dahulu 1 kerbau harus dibarter dengan 5 kambing, maka kini 1 kerbau dijual dengan harga senilai 6 kambing. Kelebihan kambing inilah yang disebut keuntungan karena bisa dijual lagi.
Kepemilikan komoditi-komoditi tertentu yang membuat hidupnya lebih nyaman (harta), diidentikkan dengan perasaan-perasaan lain seperti ketenangan, kedamaian, kesenangan, kesuksesan. Masyarakat menjadi terbagi dalam berbagai kelas ekonomi berdasarkan banyaknya komoditi (harta) yang ia miliki. Manusia menjadi makhluk yang dikendalikan oleh pola pikir (pardigma) bahwa memiliki lebih akan membuatnya tenang, daamai, bahagia, senang, sukses. Padahal manusia bukaanlah suatu makhluk yang hanya fisikal tetapi juga spiritual. Kualitas hubungan antar manusia yang tidak berlandaskan kepemilikan harta jauh lebih penting. Justru cara manusia berkomunikasi, caranya saling membantu dalam kondisi-kondisi kesulitan, dan lain sebagainya lah yang bisa memunculkan emosi-emosi positif. Misalnya, uang bisa membeli rumah yang mewah tetapi uang itu atau rumah mewah itu tidak dapat membeli susasana kekeluargaan yang harmonis. Manusia membutuhkan seks atau hubungan kelamin antar jender dan bila ia tidak merasa puas berhubungan dengan pasangannya dalam suatu ikatan pernikanan, maka ia membeli seks itu dengan membayar jasa kepada mereka yang menyediakan kenikmatan seks diluar nikah. Jadi, uang bisa membeli seks tetapi tidak bisa membeli cinta atau kasih sayang. Padahal kasih sayang atau cinta sangat diutamakan dalam mempertahankan suatu hubungan yang saling mendukung.
Uang memang dibutuhkan untuk hidup tetapi dalam interaksi antar manusia uang itu tak bermanfaat. Apabila suatu hubungan didasarkan pada pola transaksional dagang atau bisnis maka kebahagiaan, ketenangan batin tidak akan bisa diperolehnya. Pemenuhan kebutuhan fisik bisa dipenuhi dengan menggunakan uang tetapi kepuasan batin hanya akan diperoleh bila manusia berhubungan dari hati ke hati.
Hari 6
Ekspresi wajah dan bahasa tubuh anda mencerminkan apa yang ada dalam hati anda. Bila hati anda sedih karena keadaan eksternal, lakukan yang berlawanan. Paksakan wajah yang gembira dan tunjukkan optimisme dalam bahasa tubuh anda, maka hati anda akan mengikuti wajah gembira dan optimisme anda.
Manusia berkomunikasi dengan seluruh raga dan jiwanya. Tanpa disadari manusia berkomunikasi bukan hanya dengan tulisan atau suaranya. Dalam komunikasi tatap muka ekpresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, kata-kata, dan suara ikut bermain. Apakah lawan bicara kita memahami apa yang kita sampaikan sangat bergantung pada bagaimana ia memahami keseluruhan gaya komunikasi kita. Ekspresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, suara dan kata-kata yang ducapkan harus sinkron. Bahkan penguasaan terhadap suara pun sangat penting. Tinggi rendahnya nada, keras atau lembutnya volume suara, kecepatan berbicara, ikut menentukan. Bila pesan yang disampaikan bermakna lembut janganlah disampaikan dengan nada suara yang tinggi, volume suara keras disertai ekspresi wajah dan gerak isyarat yang bisa ditafsirkan lawan bicara sebagai amarah. Hal ini akan membingungkan dan bahkan bisa memicu ketegangan dalam hubungan antar komunikator. Biasanya kita memancarkan apa yang ada dalam hati kita. Kalau kita berbicara dengan tangisan dengan ucapan kata-kata yang sepotong-potong, maka kita bisa mentafsirkan gaya komunikasi seperti itu menunjukkan keharuan atau kepedihan hati. Raut wajah kita bisa mencerminkan kesedihan, kemarahan, kesenangan, kebahagiaan dan emosi-emosi lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari hubungan sosial antar manusia menuntut kita untuk bisa mengendalikan diri. Apakah kita berada dalam situasi bisnis, situasi kekerabatan, situasi gaul, gaya komunikasi kita harus bisa disesuaikan. Nah apabila kondisi jiwa dan hati kita tidak cocok untuk situasi yang sedang berkembang maka kita dituntut untuk tidak memancarkan keadaan sebenarnya dari hati kita. Kalau kita sedih sedangkan situasi mengharuskan kita bergembira, bersenang hati, maka gaya komunikasi kita harus memancarkan kesenangan atau kegembiraan itu. Memang tidak mudah mengubah perasaan hati yang gundah gulana dengan kegembiraan tetapi ilmu kejiwaan terbaru mengajarkan bahwa apabila kita sedih sementara kita harus tampil senang “berpura-puralah” dulu dan kalau kita terus berkomunikasi “pura-pura” senang maka lambat laun kepura-puraan itu akan menjadi kenyataan dalam hati. Jadi, pancarkanlah senyummu walau hati kurang mendukung senyumanmu itu. Intinya, bila kita menyenangkan orang lain meskipun kita sendiri berada dalam situasi hati yang kurang baik dan kita lakukan itu sepanjang hari dan seterusnya, maka lama kelamaan hati kitapun akan terangkat.
Apakah kita berkomunikasi tatap muka dengan satu atau lebih orang, atau tidak, seluruh gerak gerik kita mengkomunikasikan sesuatu kepada orang-orang disekitar kita. Caranya kita melangkahkan kaki, caranya kita duduk, caranya kita berbicara, caranya kita menatap, seluruh gerakan tubuh kita memberikan gambaran kondisi hati kita. Nah, satu-satunya kiat untuk mengatasinya adalah dengan memaksakan sebaliknya untuk mengubah apa yang ada di dalam diri kita.
Memang tidak mudah tapi harus diupayakan.
Hari 7
Bunga-bunga dan pepohonan, hewan, anak-anak, lingkungan alam. Semuanya indah. Nikmatilah semua keindahan itu karena anda juga indah di dalam diri anda.
Sang Maha Pencipta telah dan akan terus menciptakan yang indah-indah bagi kita. Ciptaan BELIAU bukan hanya apa yang terlihat secara kasat mata, yang bisa ditangkap oleh panca indera kita, tetapi juga yang tidak terlihat. Yang tak terlihat bisa kita rasakan karena jiwa kita diciptakan untuk merasakan yang tak terlihat oleh indera penglihatan kita. Istilah eksternal dan internal memberikan gambaran mengenai kondisi alam semesta. Setiap ciptaan dapat kita deteksi baik lansung dengan panca indera maupun dengan peralatan yang manusia ciptakan untuk melihat yang tak dapat di lihat kasat mata. Akan tetapi kondisi manusia adalah sedemikian rupa sehingga tidak semua dapat dilihat meskipun menggunakan peralatan canggih. Nah, salah satu alat yang telah diciptakan dalam diri manusia adalah alat untuk mendeteksi yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh manusia walau memiliki teknologi tinggi. Sementara ilmuwan mengatakan bahwa dalam otak manusia ada bagian yang bisa membedakan warna dan bentuk. Bisa saja apa yang para ilmuwan sampaikan itu benar tetapi keindahan adalah soal lain. Bukan otak yang menentukan apakah sesuatu itu indah atau tidak. Karena keterbatasan bahasa maka yang menentukan keindahan itu saya beri nama RASA. Rasa disini bukan perasaan atau emosi tetapi lebih dari itu. Dalam bahasa Jawa ada istilah Rasa (roso) yang menurut saya mendekati apa yang saya maksud. Ada istilah tenggang rasa, olah rasa, among roso. Istilah orang awam adalah “feeling”. Kita manusia kadang dapat me”rasa”kan sesuatu sebelum sesuatu itu terjadi atau sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Istilah lain yang sering dipergunakan adalah “mata hati”. Keberadaan “feeling” atau “mata hati” ini bersifat universal. Semua makhluk berakal memilikinya. Tetapi bakat atau potensi ini harus dikembangkan, diolah, diasah bila penggunaannya maksimal. Ada diantara kita yang terlatih untuk men”dengar”, atau me”lihat” serta mengindahkan pesan-pesan yang diberikan oleh “mata hati” ini tetapi banyak tidak. Untungnya, kemampuan dasar manusia untuk me”lihat” keindahan tidak perlu diasah. Umumnya keindahan dasar benda-benda yang Allah ciptakan dipersepsikan sama oleh setiap orang. Keindahan bunga, pohon, tanam-tanaman di darat maupun di laut, dapat diapresiasi oleh khalayak ramai. Pada dasarnya, lingkungan alam itu di”lihat” sebagai indah.
Tidak ada ciptaan Allah yang tidak indah tetapi tidak semua orang dapat melihat semuanya sebagai indah. Kondisi lingkungan alam yang masih liar bagi sebagian kita tidak indah, bagi sebagian lain indah. Keindahan manusia pun masih dilihat dari segi fisiknya yang kasat mata dan tidak semua memandang setiap orang sebagai indah (cantik-cakep). Kondisi ini kita sebut sebagai perbedaan persepsi. Salah satu syarat untuk memandang sesuatu sebagai indah adalah dengan mengakui bahwa lingkungan alam diluar diri kita adalah indah karena dengan demikian kita mengakui bahwa kita juga adalah indah.
Makanya, nikmatilah keindahan ciptaan Allah yang dapat kita lihat dengan kasat mata karena dengan demikian kita mengakui bahwa diri kita pun indah. Dengan mengakui bahwa setiap makhluk adalah indah, baik eksternal dan internal, maka pandangan kita terhadap diri kita pun indah. Apapun persepsi buruk yang kita peroleh itu dikarenakan oleh rusaknya fitrah diri yang mengubah ciptaan Allah yang semula indah menjadi sebaliknya.
Anda tidak perlu menunggu sampai anda meninggal untuk mengalami surga. Anda bisa menciptakan surga anda sendiri di bumi ini.
Surga dan neraka bukan hanya nama-nama rekaan para rohaniwan atau spiritualis untuk menggambarkan suatu kondisi atau tempat di kehidupan akhirat. Ke dua istilah ini juga diigunakan untuk menggambarkan situasi, kondisi atau tempat di bumi ini yang membuat kita manusia sangat senang atau sangat sedih atau sangat takut. Pulau Bali sebagai suatu destinasi pariwisata dunia sering di beri julukan surga dunia oleh khususnya wisatawan mancanegara.
Untuk menikmati kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan yang sangat kita sukai secara fisik maupun secara spiritual di bumi ini kita tidak perlu menunggu penilaian seorang hakim atau menunggu diberikan sebagaai hadiah oleh seorang dermawan. Kita bisa menciptakannya sendiri. Bagaimana? Dengan melakukan hal-hal yang sering disampaikan dalam kitab-kitab suci semua agama besar. Berbuat baik kepada sesama dan makhluk-makhluk lain. Ada prinsip-prinsip hidup yang kita semua tahu harus kita lakukan pada sesama. Misalnya, membantu anak-anak yatim piatu, membantu fakir miskin, membantu para jompo, membantu janda-janda tua yang tidak dapat hidup dengan kekuatan mereka sendiri, membantu mereka yang sakit, cacat fisik dan mental, tidak menganiaya-menzalimi-mencederai orang lain secara fisik, kejiwaan, ekonomi atau sosial. Menghormati orang tua, membela orang untuk mendapatkan keadilan, adalah prinsip-prinsip hidup lainnya. Intinya, menjalankan perintah-perintah Sang Maha Pencipta dan menjauhi larangan-larangan NYA.
Niat, ucapan dan perbuatan haruslah sinkron dalam menjalani hidup ini bila kita ingin merasakan surga di bumi ini. Karena dengan merasakan surga di bumi kita mengintip kenikmatan yang lebih, yang tak terlukiskan dengan kata-kata, surga yang sebenarnya – di akhirat. Memang tidak semudah apa yang tertulis disini karena masih banyak hal yang harus kita lakukan untuk meraih surga bumi apalagi surga sejati di akhirat tetapi ini dapat dijadikan sebagai awal.
Hari 2
Memberi dengan ikhlas sesuatu yang sangat bernilai bagi anda kepada mereka yang membutuhkan akan membawa berkah dan rezeki yang tak terhitung.
Manusia cenderung untuk membandingkan kondisinya dengan kondisi orang lain. Inilah yang membuat orang iri dan dengki terhadap orang lain. Seharusnya ia membandingkan kondisi saat ini dengan kondisi sebelumnya. Apakah ada kemajuan atau tidak dibandingkan sebelumnya. Lihat ke atas boleh tapi perhatikan yang dibawah. Ada banyak yang berada di bawah kita baik itu dari segi usia, pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi dan sosial, kesehatan, dan lain-lain.
Salah satu prinsip utama kehidupan adalah memberi secara ikhlas. Rata-rata manusia berpikir bahwa memberi atau beramal haruslah dengan uang atau benda, materi. Kekeliruan berpikir seperti inilah yang memicu manusia menjadi iri, dengki dan selalu menyalahkan orang lain bila ia tidak memiliki materi. Seolah-olah tanpa materi kita tidak biisa beramal, tidak bisa memberi. Ingat bahwa bila kita memperhatikan yang dibawah kita, maka kita berada di atas dalam hal-hal tertentu. Artinya ada yang kita miliki yang tidak dimiliki orang lain selain materi. Memberi waktu kita untuk menemani yang menderita di rumah sakit, memberi senyuman pada seseorang yang tidak kita kenal, mendengar dengan senang keluhan atau curhat orang, mengajarkan suatu ilmu (member pengetahuan), membimbing seorang jompo menyebrang jalanan yang ramai dengan lalulintas kendaraan, hanyalah beberapa hal yang dapat kita lakukan (berikan).
Namun memberi harus dengan ikhlas. Nilai suatu pemberian akan sangat tinggi bila dilakukan dengan ikhlas. Bagi seorang kaya raya yang mendermakan satu juta rupiah belum tentu dilakukan dengan ikhlas bila ia dapat memberikan lebih tetapi bagi seorang miskin yang membutuhkan lima ribu rupiah untuk makan tetapi memberikannya kepada yang lebih membutuhkan walaupun dengan memberi ia tidak makan atau makan seadanya dengan sisa uang yang ia miliki memiliki nilai lebih tinggi karena keikhlasannya. Ikhlas berarti mementingkan orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri. Ikhlas tidak membutuhkan pujian orang lain, penghargaan orang lain, apalagi peliputan media. Karena ikhlas berarti kita mementingkan sesama umat manusia tanpa pembatas apapun. Berkah dan rezeki pasti menjadi milik mereka yang ikhlas.
Hari 3
Anda adalah seseorang yang memiliki bakat dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan-kekuatan anda. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya.
Yakinilah bahwa anda telah diciptakan dengan segudang potensi dan bakat yang tidak dimiliki makhluk lain di bumi ini. Pertama adalah akal. Akal memberi anda kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang buruk. Yang benar dari yang salah. Anda diberikan kemampuan untuk memilih. Akal memberi anda kemampuan untuk menganalisa. Hebatnya lagi Sang Maha Pencipta member anda sebagai manusia sebuah hati yang bersifat ilahiah. Dalam bahasa Inggris hati diberi nama Heart yang dalam bahasa Indonesia juga dapat diartikan jantung. Dan kita tahu betapa pentingnya jantung sebagai suatu organ tubuh. Begitu pentingnya jantung sehingga Sang Maha Pencipta menciptakan tulang rusuk yang kuat untuk melindunginya. Betapa pentingnya Hati juga terlihat dari bagaimana manusia menilai suatu tindakan manusia berdasarkan apakah berdasarkan hatinya atau tidak. Bentuk hati yang ghaib dan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan manusia hanya Sang Maha Pencipta tahu. Yang kita ketahui adalah bahwa semuanya diciptakan berpasang-paasangan. Dan pasangan hati adalah akal. Penggunaan akal tanpa hati maupun sebaliknya akan menjerumuskan manusia ke dalam jurang menuju neraka jahanam. Kebenaran sejati hanya dapat ditemukan manusia bila menggunakan akal dan hati bersamaan.
Mendampingi Akal dan Hati adalah berbagai potensi dan bakat yang bila dikembangkan dengan baik akan membuat perjalanan manusia di bumi ini lebih ringan. Yang menjadi masalah adalah kita manusia sebagian besar tidak mengenali potensi dan bakat kita sendiri. Kita harus berupaya mengenali dulu potensi dan bakat kita baru kita dapat mengembangkannya. Dalam bidang psikologi, iilmu kejiwaan, ada yang disebut aptitude test atau test untuk melihat kecenderungan bakat kita. Sebenarnya pada masa kita masih bayi sampai balita orangtua sudah dapat melihat potensi dan bakat itu namun seringkali orangtua memaksa kita untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Akibatnya potensi-bakat kita tertekan makin dalam sehingga kita tidak mengenalinya lagi. Tetapi kita belum terlambat. Tanyalah pada diri sendiri : Apa yang saya suka lakukan? Berdasarkan jawaban yang kita peroleh kita kemudian dapat memperdalam ilmunya dan meningkatkan ketrampilan kita. Jangan biarkan orang lain mengatakan pada anda bahwa apa yang anda suka lakukan tidak baik atau bahwa anda tidak punya bakat dalam bidang yang anda suka lakukan. Yang menjalani hidup anda adalah anda. Ikuti Kata Hati anda.
Hari 4
Puasa adalah pembersihan. Puasa adalah pembersihan fisik, emosional, mental dan spiritual dari racun yang merusak kesehatan fisik, emosional, mental dan spiritual.
Puasa makan dan minum selama 14 sampai 16 jam dalam Agama Islam adalah sebuah kegiatan fisik dan spiritual yang wajib. Yang jarang diketahui bahwa dalam dunia kedokteran puasa (fasting) adalah sesuatu tindakan yang juga dikenal untuk membuang racun dari tubuh (detoksifikasi) dan dapat memperbaiki kesehatan tubuh.
Hebatnya puasa sudah menjadi suatu tindakan dari saat manusia diciptakan dan setiap budaya punya tradisi puasa. Mengapa demikian? Karena puasa diciptakan untuk membuat manusia untuk mengingat kembali tanggung jawab pribadi dan sosialnya.
Kebutuhan akan sandang, pangan, papan telah kita anggap sebagai suatu keharusan untuk dipenuhi. Bumi diciptakan untuk kebutuhan manusia dan semua diciptakan cukup untuk kebutuhan manusia saat itu, saat sekarang dan di masa depan. Namun keserakahan manusia telah membuatnya hidup berlebihan. Makan berlebihan, minum berlebihan, membangun dan membeli tempat tinggal secara berlebihan. Sadar atau tidak keserakahan inilah yang mengakibatkan munculnya begitu banyak penyakit yang merusak jiwa maupun fisiknya. Manusia makin cerdas sehingga dapat menciptakan teknologi yang manusia zaman batu tak kan pernah bisa bayangkan. Akan tetapi apakah kecerdasan ini membuat hidup manusia lebih sejahtera, damai, tenang, bahagia? Tidak. Makin cerdas, makin kerdil jiwanya sampai sampai yang ia mengorbankan sesamnya hanya karena keinginannya melebihi apa yang ia butuhkan. Manusia lupa bahwa ia tidak hidup sendiri. Bahwa apa yang bisa ia dapatkan adalah hasil karya dan karsa orang lain. Manusia lupa bahwa fitrahnya adalah berbagi, baik kenikmatan maupun penderitaan.
Untungnya, telah diciptakan obat untuk penyakit ini. PUASA. Puasa jangan hanya dipahami puasa makan, minum, dan tindakan-tindakan manusia lainnya tetapi juga puasa dari keinginan yang berlebihan. Puasa adalah suatu niat, suatu tindakan, suatu sebab yang berakibat kembalinya kesehatan dalam hidup kita. Bila kita sebagai manusia, makhluk paling agung yang Allah ciptakan, ingin hidup dengan lebih baik secara perorangan sekaligus sebagai anggota masyarakat, maka puasa adalah salah satu cara terbaik. Puasa harus secara rutin kita lakukan. Bukan hanya sebulan dalam 12 bulan tetapi setiap hari. Berpuasalah dari hal-hal yang telah kita lakukan secara berlebihan. Banyak diantara kebiasaan-kebiasaan kita berlebihan. Hari ini kita berpuasa makan, esok kita berpuasa minum, hari berikutnya kita berpuasa dari amarah dan emosi-emosi negative lainnya, dan seterusnya.
Niatkan setiap hari kita berpuasa dari salah satu kebiasaan kita yang berlebihan. Kesehatan adalah sebuah totalitas. Raih itu kembali dengan berpuasa.
Hari 5
Uang dapat membeli segala sesuatu materi yang anda inginkan tetapi uang tidak akan pernah bisa membeli kedamaian batin dan kebahagiaan.
Dalam perkembangan peradaban, manusia telah menciptakan suatu sistem transaksi yang mengangkat kesejahteraannya namun juga keserakahannya. Uang. Dari sistem barter (komoditi ditukar dengan komoditi) sampai sistem transaksi pengganti komoditi yakni uang, manusia mempermudah hubungan transaksionalnya. Celakanya, uang yang seharusnya hanyalah sebuah medium telah menjelma menjadi komoditi yang dikejar-kejar sampai uang itu merusak tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik dan bahkan kehidupan spiritualnya. Secara fisik uang itu bisa mengambil berbagai bentuk dan dibuat dari kertas atau logam. Uang itu menjadi alat tukar yang sah. Secara de facto uang yang dipegang orang praktis tidak memiliki nilai tetapi uang itu di “back-up” atau dijamin dengan emas yang dimiliki pengelola keuangan masyarakat atau pemerintah.
Jadi, uang itu menjadi sinonim dengan komoditi yang dahulu kalanya dibarter. Karena tidak mungkin di dunia moderen ini komoditi (sayur, daging, dll) dibawa ke pasar oleh sang pembeli untuk ditukar dengan komoditi lain, maka hanya si penjual saja yang membawa komoditinya ke pasar dan si pembeli menukarkannya dengan lembaran uang atau uang logam. Manusia memang membutuhkan banyak barang-barang pokok seperti sembako plus sandang dan papan namun karena banyak diantara manusia menginginkan lebih maka permintaan untuk barang-barang (komoditi) yang menurutnya bisa membuat hidupnya lebih nyaman menjadi meningkat. Karena itulah sebagian manusia mulai mengumpulkan sebanyak-banyak uang dengan bertransaksi sedemikian rupa hingga ia bisa untung. Bila dahulu 1 kerbau harus dibarter dengan 5 kambing, maka kini 1 kerbau dijual dengan harga senilai 6 kambing. Kelebihan kambing inilah yang disebut keuntungan karena bisa dijual lagi.
Kepemilikan komoditi-komoditi tertentu yang membuat hidupnya lebih nyaman (harta), diidentikkan dengan perasaan-perasaan lain seperti ketenangan, kedamaian, kesenangan, kesuksesan. Masyarakat menjadi terbagi dalam berbagai kelas ekonomi berdasarkan banyaknya komoditi (harta) yang ia miliki. Manusia menjadi makhluk yang dikendalikan oleh pola pikir (pardigma) bahwa memiliki lebih akan membuatnya tenang, daamai, bahagia, senang, sukses. Padahal manusia bukaanlah suatu makhluk yang hanya fisikal tetapi juga spiritual. Kualitas hubungan antar manusia yang tidak berlandaskan kepemilikan harta jauh lebih penting. Justru cara manusia berkomunikasi, caranya saling membantu dalam kondisi-kondisi kesulitan, dan lain sebagainya lah yang bisa memunculkan emosi-emosi positif. Misalnya, uang bisa membeli rumah yang mewah tetapi uang itu atau rumah mewah itu tidak dapat membeli susasana kekeluargaan yang harmonis. Manusia membutuhkan seks atau hubungan kelamin antar jender dan bila ia tidak merasa puas berhubungan dengan pasangannya dalam suatu ikatan pernikanan, maka ia membeli seks itu dengan membayar jasa kepada mereka yang menyediakan kenikmatan seks diluar nikah. Jadi, uang bisa membeli seks tetapi tidak bisa membeli cinta atau kasih sayang. Padahal kasih sayang atau cinta sangat diutamakan dalam mempertahankan suatu hubungan yang saling mendukung.
Uang memang dibutuhkan untuk hidup tetapi dalam interaksi antar manusia uang itu tak bermanfaat. Apabila suatu hubungan didasarkan pada pola transaksional dagang atau bisnis maka kebahagiaan, ketenangan batin tidak akan bisa diperolehnya. Pemenuhan kebutuhan fisik bisa dipenuhi dengan menggunakan uang tetapi kepuasan batin hanya akan diperoleh bila manusia berhubungan dari hati ke hati.
Hari 6
Ekspresi wajah dan bahasa tubuh anda mencerminkan apa yang ada dalam hati anda. Bila hati anda sedih karena keadaan eksternal, lakukan yang berlawanan. Paksakan wajah yang gembira dan tunjukkan optimisme dalam bahasa tubuh anda, maka hati anda akan mengikuti wajah gembira dan optimisme anda.
Manusia berkomunikasi dengan seluruh raga dan jiwanya. Tanpa disadari manusia berkomunikasi bukan hanya dengan tulisan atau suaranya. Dalam komunikasi tatap muka ekpresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, kata-kata, dan suara ikut bermain. Apakah lawan bicara kita memahami apa yang kita sampaikan sangat bergantung pada bagaimana ia memahami keseluruhan gaya komunikasi kita. Ekspresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, suara dan kata-kata yang ducapkan harus sinkron. Bahkan penguasaan terhadap suara pun sangat penting. Tinggi rendahnya nada, keras atau lembutnya volume suara, kecepatan berbicara, ikut menentukan. Bila pesan yang disampaikan bermakna lembut janganlah disampaikan dengan nada suara yang tinggi, volume suara keras disertai ekspresi wajah dan gerak isyarat yang bisa ditafsirkan lawan bicara sebagai amarah. Hal ini akan membingungkan dan bahkan bisa memicu ketegangan dalam hubungan antar komunikator. Biasanya kita memancarkan apa yang ada dalam hati kita. Kalau kita berbicara dengan tangisan dengan ucapan kata-kata yang sepotong-potong, maka kita bisa mentafsirkan gaya komunikasi seperti itu menunjukkan keharuan atau kepedihan hati. Raut wajah kita bisa mencerminkan kesedihan, kemarahan, kesenangan, kebahagiaan dan emosi-emosi lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari hubungan sosial antar manusia menuntut kita untuk bisa mengendalikan diri. Apakah kita berada dalam situasi bisnis, situasi kekerabatan, situasi gaul, gaya komunikasi kita harus bisa disesuaikan. Nah apabila kondisi jiwa dan hati kita tidak cocok untuk situasi yang sedang berkembang maka kita dituntut untuk tidak memancarkan keadaan sebenarnya dari hati kita. Kalau kita sedih sedangkan situasi mengharuskan kita bergembira, bersenang hati, maka gaya komunikasi kita harus memancarkan kesenangan atau kegembiraan itu. Memang tidak mudah mengubah perasaan hati yang gundah gulana dengan kegembiraan tetapi ilmu kejiwaan terbaru mengajarkan bahwa apabila kita sedih sementara kita harus tampil senang “berpura-puralah” dulu dan kalau kita terus berkomunikasi “pura-pura” senang maka lambat laun kepura-puraan itu akan menjadi kenyataan dalam hati. Jadi, pancarkanlah senyummu walau hati kurang mendukung senyumanmu itu. Intinya, bila kita menyenangkan orang lain meskipun kita sendiri berada dalam situasi hati yang kurang baik dan kita lakukan itu sepanjang hari dan seterusnya, maka lama kelamaan hati kitapun akan terangkat.
Apakah kita berkomunikasi tatap muka dengan satu atau lebih orang, atau tidak, seluruh gerak gerik kita mengkomunikasikan sesuatu kepada orang-orang disekitar kita. Caranya kita melangkahkan kaki, caranya kita duduk, caranya kita berbicara, caranya kita menatap, seluruh gerakan tubuh kita memberikan gambaran kondisi hati kita. Nah, satu-satunya kiat untuk mengatasinya adalah dengan memaksakan sebaliknya untuk mengubah apa yang ada di dalam diri kita.
Memang tidak mudah tapi harus diupayakan.
Hari 7
Bunga-bunga dan pepohonan, hewan, anak-anak, lingkungan alam. Semuanya indah. Nikmatilah semua keindahan itu karena anda juga indah di dalam diri anda.
Sang Maha Pencipta telah dan akan terus menciptakan yang indah-indah bagi kita. Ciptaan BELIAU bukan hanya apa yang terlihat secara kasat mata, yang bisa ditangkap oleh panca indera kita, tetapi juga yang tidak terlihat. Yang tak terlihat bisa kita rasakan karena jiwa kita diciptakan untuk merasakan yang tak terlihat oleh indera penglihatan kita. Istilah eksternal dan internal memberikan gambaran mengenai kondisi alam semesta. Setiap ciptaan dapat kita deteksi baik lansung dengan panca indera maupun dengan peralatan yang manusia ciptakan untuk melihat yang tak dapat di lihat kasat mata. Akan tetapi kondisi manusia adalah sedemikian rupa sehingga tidak semua dapat dilihat meskipun menggunakan peralatan canggih. Nah, salah satu alat yang telah diciptakan dalam diri manusia adalah alat untuk mendeteksi yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh manusia walau memiliki teknologi tinggi. Sementara ilmuwan mengatakan bahwa dalam otak manusia ada bagian yang bisa membedakan warna dan bentuk. Bisa saja apa yang para ilmuwan sampaikan itu benar tetapi keindahan adalah soal lain. Bukan otak yang menentukan apakah sesuatu itu indah atau tidak. Karena keterbatasan bahasa maka yang menentukan keindahan itu saya beri nama RASA. Rasa disini bukan perasaan atau emosi tetapi lebih dari itu. Dalam bahasa Jawa ada istilah Rasa (roso) yang menurut saya mendekati apa yang saya maksud. Ada istilah tenggang rasa, olah rasa, among roso. Istilah orang awam adalah “feeling”. Kita manusia kadang dapat me”rasa”kan sesuatu sebelum sesuatu itu terjadi atau sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Istilah lain yang sering dipergunakan adalah “mata hati”. Keberadaan “feeling” atau “mata hati” ini bersifat universal. Semua makhluk berakal memilikinya. Tetapi bakat atau potensi ini harus dikembangkan, diolah, diasah bila penggunaannya maksimal. Ada diantara kita yang terlatih untuk men”dengar”, atau me”lihat” serta mengindahkan pesan-pesan yang diberikan oleh “mata hati” ini tetapi banyak tidak. Untungnya, kemampuan dasar manusia untuk me”lihat” keindahan tidak perlu diasah. Umumnya keindahan dasar benda-benda yang Allah ciptakan dipersepsikan sama oleh setiap orang. Keindahan bunga, pohon, tanam-tanaman di darat maupun di laut, dapat diapresiasi oleh khalayak ramai. Pada dasarnya, lingkungan alam itu di”lihat” sebagai indah.
Tidak ada ciptaan Allah yang tidak indah tetapi tidak semua orang dapat melihat semuanya sebagai indah. Kondisi lingkungan alam yang masih liar bagi sebagian kita tidak indah, bagi sebagian lain indah. Keindahan manusia pun masih dilihat dari segi fisiknya yang kasat mata dan tidak semua memandang setiap orang sebagai indah (cantik-cakep). Kondisi ini kita sebut sebagai perbedaan persepsi. Salah satu syarat untuk memandang sesuatu sebagai indah adalah dengan mengakui bahwa lingkungan alam diluar diri kita adalah indah karena dengan demikian kita mengakui bahwa kita juga adalah indah.
Makanya, nikmatilah keindahan ciptaan Allah yang dapat kita lihat dengan kasat mata karena dengan demikian kita mengakui bahwa diri kita pun indah. Dengan mengakui bahwa setiap makhluk adalah indah, baik eksternal dan internal, maka pandangan kita terhadap diri kita pun indah. Apapun persepsi buruk yang kita peroleh itu dikarenakan oleh rusaknya fitrah diri yang mengubah ciptaan Allah yang semula indah menjadi sebaliknya.
Ebook ini berjudul ARTIKEL-ARTIKEL MOTIVASIONAL dapat dipesan senilai Rp. 50.000,- dengan bonus ebook Sandi-Sandi Sutera Motivasi (1) dengan memberikan email anda dan mengirim dana ke rekening penulis yang dapat diperoleh melalui email : pakarcinta1950@yahoo.co.id
Atau anda ingin memesan ebook SANDI-SANDI SUTERA MOTIVASI (1) dengan nilai sama, maka anda akan memperoleh bonus ebook ARTIKEL-ARTIKEL MOTIVASIONAL.
"Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar. Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup?" sang profesor memulai wejangannya. "Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life." (kutipan dari Artikel ANTARA KOPI DAN CANGKIR)
Atau anda ingin memesan ebook SANDI-SANDI SUTERA MOTIVASI (1) dengan nilai sama, maka anda akan memperoleh bonus ebook ARTIKEL-ARTIKEL MOTIVASIONAL.
"Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar. Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup?" sang profesor memulai wejangannya. "Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life." (kutipan dari Artikel ANTARA KOPI DAN CANGKIR)
"Bekerjalah seolah-olah Anda tidak perlu uangnya.
Mencintailah seolah-olah Anda tak pernah tersakiti. Menarilah seolah-olah tak
ada yang menonton. - Mark Twain
Bekerjalah karena Anda menyukai kerjaan Anda. Jangan jadikan uang sebagai alasan Anda bekerja meskipun pada akhirnya itu yang akan Anda peroleh. Demikian pula dalam bercinta, jangan mencintai seseorang karena Anda ingin dicintai balik. Sebab bila anda mencintai seseorang dan balasan yang Anda terima tidak sesuai harapan, maka Anda akan tersakiti. Sama halnya dengan menari. Bila anda menari dan disaksikan penonton, bisa saja Anda merasa cemas, demam panggung atau sebaliknya Anda merasa begitu yakin bahwa tarian Anda akan hebat. Tetapi apa saja yang negatif bisa terjadi yang bisa membuat Anda lebih stres. Intinyya, lakukan sesuatu bukan karena imbalannya yang datang dari luar diri Anda sendiri tapi lakukan karena Anda suka melakukannya dan Anda akan melakukan yang terbaik. Pasti akan nikmat." (Kutipan dari salah satu Sandi dalam ebook SANDI-SANDI SUTERA MOTIVASI (1)
Bekerjalah karena Anda menyukai kerjaan Anda. Jangan jadikan uang sebagai alasan Anda bekerja meskipun pada akhirnya itu yang akan Anda peroleh. Demikian pula dalam bercinta, jangan mencintai seseorang karena Anda ingin dicintai balik. Sebab bila anda mencintai seseorang dan balasan yang Anda terima tidak sesuai harapan, maka Anda akan tersakiti. Sama halnya dengan menari. Bila anda menari dan disaksikan penonton, bisa saja Anda merasa cemas, demam panggung atau sebaliknya Anda merasa begitu yakin bahwa tarian Anda akan hebat. Tetapi apa saja yang negatif bisa terjadi yang bisa membuat Anda lebih stres. Intinyya, lakukan sesuatu bukan karena imbalannya yang datang dari luar diri Anda sendiri tapi lakukan karena Anda suka melakukannya dan Anda akan melakukan yang terbaik. Pasti akan nikmat." (Kutipan dari salah satu Sandi dalam ebook SANDI-SANDI SUTERA MOTIVASI (1)